Dari perjuangan mempertahankan hutan leluhur hingga lahirnya perusahaan adat yang berdaulat — inilah perjalanan Suku Namblong membangun masa depan dari tanah mereka sendiri.
PT Yombe Namblong Nggua adalah Badan Usaha Milik Masyarakat Adat (BUMMA) milik masyarakat adat Suku Namblong di Kabupaten Jayapura, Provinsi Papua. Perusahaan ini didirikan sebagai respons terhadap ancaman deforestasi dan eksploitasi sumber daya alam yang mengancam wilayah adat mereka.
Berawal sebagai BUMMA pada 12 Oktober 2022, organisasi ini resmi bertransformasi menjadi Perseroan Terbatas pada 30 September 2024 — demi memberikan kepastian hukum yang kuat dalam pengelolaan sumber daya alam secara profesional, berkelanjutan, dan tetap menghormati tradisi serta kearifan lokal Namblong.
Nama "Yombe" berasal dari seruan "Ku Yombe Yombe" — yang berarti "Tanah ini milik kami, tanah ini milik rakyat adat." Nama ini menjadi simbol perlawanan damai sekaligus tekad bulat masyarakat Namblong untuk mengelola tanah leluhur mereka secara mandiri.
Dengan lebih dari 52.000 hektare wilayah adat di bawah pengelolaan komunitas, Suku Namblong telah berhasil mempertahankan rekam jejak nol deforestasi — bukti nyata bahwa pengelolaan berbasis kearifan adat justru lebih efektif melindungi hutan.
Alex Waisimon mendirikan program birdwatching Isyo Hill's di Kampung Rhepang Muaif pada Mei 2015. Berawal dari tekad menghentikan pembalakan liar dan perburuan satwa dengan cara memberikan mata pencaharian alternatif bagi 15 anggota komunitas adat Namblong.
Gubernur Papua secara resmi menetapkan Rhepang Muaif sebagai destinasi ekowisata. Isyo Hill's berkembang dengan dukungan WWF Indonesia dan Pemerintah Daerah, melibatkan sembilan suku dari Distrik Nimbokrang.
Masyarakat adat Namblong menghadapi ancaman nyata ketika PT Permata Nusa Mandiri (PNM) mulai membuka lahan di wilayah konsesi perkebunan sawit seluas 30.920 hektare di wilayah adat mereka. Masyarakat bangkit melawan — demonstrasi dan advokasi berhasil mendorong pencabutan izin pelepasan kawasan hutan.
Masyarakat adat Namblong mendirikan Badan Usaha Milik Masyarakat Adat (BUMMA) sebagai jawaban strategis: alih-alih menolak semata, mereka membangun institusi ekonomi sendiri untuk mengelola tanah ulayat secara berdaulat dan profesional.
BUMMA Namblong resmi diaktakan sebagai Perseroan Terbatas. PT Yombe Namblong Nggua lahir dengan kepemimpinan Yohana Yokbeth Tarkuo sebagai Direktur Utama — sebuah terobosan bersejarah karena seorang perempuan dipilih memimpin perusahaan adat untuk pertama kalinya di komunitas Namblong.
Musyawarah adat pertama sebagai PT digelar. Kepemilikan saham mayoritas tetap dipegang oleh Iram-Tekay (pemimpin marga) — memastikan bahwa kontrol atas tanah ulayat sepenuhnya tetap di tangan masyarakat adat Namblong.
Dua unit bisnis utama — ekowisata Isyo Hills dan vanila organik — telah beroperasi penuh. Empat unit lainnya (kehutanan, pertanian, peternakan, perikanan) sedang dalam tahap pengembangan dengan target perputaran ekonomi yang terus meningkat setiap tahunnya.
"Membangun kemandirian serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat adat Suku Namblong melalui pengelolaan sumber daya alam yang profesional, berkelanjutan, dan berkeadilan."
Dipilih melalui musyawarah adat — memimpin bukan karena jabatan, melainkan karena kepercayaan komunitas.
Pemimpin perempuan pertama dalam sejarah perusahaan adat Namblong. Dipilih oleh 44 Iram (pemimpin marga) sebagai simbol kepercayaan dan harapan baru. Di bawah kepemimpinannya, PT Yombe Namblong Nggua aktif menjalankan misi pelestarian dan pemberdayaan masyarakat.
Mengawal transisi dari BUMMA ke PT sambil memastikan prinsip kolektifitas masyarakat adat tetap terjaga. Menjamin bahwa kepemilikan saham mayoritas selalu berada di tangan Iram-Tekay demi melindungi kontrol atas tanah ulayat.
Wilayah adat Suku Namblong membentang di Lembah Grime, dialiri dua sungai besar — Kali Grime dan Kali Nawa. Kali Bob, sungai suci Namblong, berfungsi sebagai batas alami antara desa, lahan pertanian, dan hutan adat yang dilindungi.
Kawasan ini adalah salah satu hotspot keanekaragaman hayati Papua — rumah bagi lebih dari 750 spesies burung, termasuk setidaknya enam spesies Burung Cenderawasih, serta ribuan spesies flora dan fauna endemik yang tak ternilai.
PT Yombe Namblong Nggua tidak berjalan sendiri. Bersama mitra-mitra terpercaya, kami membangun ekosistem yang kuat untuk pelestarian dan pemberdayaan.
Ada banyak cara untuk berkontribusi — kunjungi Isyo Hills, beli vanila organik kami, atau bermitra dengan kami dalam program pelestarian hutan.
Hubungi Kami Sekarang →